loading...
Imam yakin keterlibatan Kapolri, Kepala BIN, Panglima TNI, Lembaga Sandi Negara, dalam kepanitian Asian Games dapat mengantisipasi terorisme dalam pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.
"Saya kira harus ada langkah antisipasi dari awal, termasuk merekam wajah dan mendeteksi awal pergerakan orang yang dicurigai. Negara tidak pernah takut dengan soal itu [terorisme], kami punya perangkat yang kuat. Tentu ini perlu dilakukan langkah antisipasi, dan penyadaran kepada siapapun yang ingin berbuat jahat pada Asian Games," kata Imam Jumat (11/5).
"Semua harus sadar bahwa ini hajat nasional untuk Merah Putih. Kalau masih punya niat jahat, tentu mereka harus kami curigai," katanya menambahkan.
Imam tidak ingin kejadian teror bom Sarinah pada 2016 dan Mako Brimob pada 2018 dikait-kaitkan dengan Asian Games.
"Sekarang Pelatnas sedang berlangsung dan INASGOC sedang berjuang. Bahwa ada peristiwa itu, itu biar ditangani tuntas oleh Kapolri dan Alhamdulillah tuntas kan? Ya, peningkatan keamanan itu menjadi fokus utama," ucap Imam.
Sementara itu Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menyampaikan Dewan Olimpiade Asia (OCA) selaku pengawas persiapan Asian Games 2018 sudah mengetahui dengan peristiwa terorisme di Indonesia. Gatot sadar Indonesia harus menjamin Asian Games 2018 aman dari segala tindakan teroris.
"Saya katakan kepada OCA bahwa segala sesuatunya sudah terkendali. Kalau OCA merasa tidak nyaman, pasti ini sudah dibicarakan dalam Rapat Koordinasi. Meski begitu, kami tahu diri," ujar Gatot.
"Pasca kejadian di Mako Brimob, tentu saja jadi high alert bagi kami. Dua bulan lalu saya diundang rapat di BIN, selisih tiga hari kemudian menghadiri rapat BNPT yang dihadiri di perwakilan kepolisian, INASGOC, Kemlu, Kemenpora. Kami saling memaparkan kondisi keamanan," ujarnya melanjutkan.
Gatot menerangkan Asian Games 2018 akan meniru prinsip Asian Games 2014 yakni zero incident atau tidak ada persitiwa yang menimbulkan kerugian.
"Poinnya adalah ada atau tidak ada peristiwa teror Mako Brimob, kami sudah lakukan high alert," tuturnya. cnnindonesia.com
loading...
Comments
Post a Comment